Selasa, 01 Januari 2013

Development Goals Islamic Movie Day


Development Goals Islamic Movie Day
(hasil rekomendasi tim perumus iMD 2010)
Oleh Tim 9 Perumus IMD (Islamic Movie Days): Tanthowi, Ridho, Arief, Dicky, Sentia, Anya, Sarah

Syiar islam mempunyai peran dalam menyampaikan dan menyebarluaskan serta menginternalisasikan nilai-nilai islam kepada masyarakat. Nilai-nilai dalam hal ini adalah sebuah pesan yang hendak disampaikan. Islamic Movie Day lahir sebagai satu cara mempropaganda dan menginternalisasikan pada masyarakat nilai-nlai kehidupan isalm dengan cara tidak langsung, atraktif, dant menghibur.
IMD
VISI
MISI
TARGET
STRATEGI

Trensettterr
Pembuatan tren di masyarakat kususnya mahasiswa kampus merupakan cara paling efektif dalam memberikan propaganda nilai keislaman. IMD sebagai karya kader dakwah mahasiswa yang berbeda dari yang lain semestinya dan tentunya hadir denngan background itu sedari awal. Disaat filman yang ada justru “hanya mengindahkan factor $“ maka iMD menjadi pendongkrak pikiran konsumen agar men-demand film bernilai edukasi, kritis, inovatif brbsis islam. Oleh karena itu produk yang dihasilahkan mestih benar-benar produk yang yang menyentuh kepuasann dan keinginan konsuemen langsung.

Konten
Konten atau isi dari pesan yang akan dibawa. Tentu kita akan membawa sesuatu yang ada dalam kandungan Al Qur’an yang tidak pernah akan basi hingga hari kiamat. Akan tetapi, kita juga perlu memperhatikan tema apa yang tepat untuk waktu tertentu, sehingga pesan yang disampaikan bisa tersampaikan dengan baik. Konten dari pesan perlu dikaji secara mendalam dengan menyesuaikan dengan kondisi masyarakat di kampus. IMD tidak bisa menyampaikan sesuatu yang terlalu berat untuk masyarakat kampus, karena akan kontraproduktif terhadap propaganda yang akan dilakukan. Karena film bersfat dinamis, maka kontennya pun harus merujuk pada hot issue yang terjadi saat itu pula.
Penentuan isu yang akan dibawa perlu diperhatikan dengan matang, karena salah langkah saja dalam menentukan isu yang akan digagas, bisa berdampak pada beberapa hal seperti citra negatif IMD, atau kontraproduktif terhadap agenda syiar atau bahkan hilangnya kepercayaan dari objek dakwah. Dengan menentukan topik yang tepat dan sesuai kebutuhan membaut isu yang diangkat lebih tepat dan kena sasaran.

Pengemasan
Man score what on his eyes. Manusia menilai apa yang tampak pada matanya. Mata sebagai pintu masuk informasi terbanyak bagi manusia. Ketika mata mengatakan “oke” pada suatu hal, biasanya hati pun juga akan berkata demikian. Inilah menjadi poin penting dalam memarketisasi sebuah hal. Banyak sekali contoh-contoh akan pentingnya pengemasan. Karena dengan pengemasan yang baik akan menambah “added value” pada hal yang akan disampaikan.
  • Brand
Brand brhubung dengan pencitraan makaa Penentuan Brand/ icon yang ingin ditonjolkan imD mestilah ditentukan sedari awal yang akan meengakar, tidak lapuk oleh usia dan hidup selama ImD ada.
  1. setelah melakukan pengamatan terhadap icon perusahaan atau acara yang ada icon yang humanis menjadi pilihan terbaik , tepat dan terbukti lebih bertahan dimasyarakat. Icon humanis berarti icon yang hidup, seperti McD diingat dengan Mr.M icon badut gemuknya(?) maka jadilah McD diingat dengan M dan badutnya yang mencitrakan McD ada untuk mengenyangkan dan juga menghibur mereka. IMD mesti menegaskan lagi apakah icon cumi yang tercetus tidak sengaja itu akan menjadi cirri khas IMD( apakah ketika ingat cumi, yang teringat di masyarakat adalah ImD, itulah ??)Dengan kata lain, icon itu mestilah hidup,humanis, bermakna Implicit dan dapat pula hidup di masyarakat.
  2. Penentuan warna IMD juga tak luput dari pengamatan kami. IMD mesti menegasakan pula apakah biru adalahIMd dan ImD adalah biru.
  3. Kompek Sebagai benchmark dikenal dengan tag line “Semangka”. Lalu ImD???
Hal- hal diatas mungkin kelihatan sepele tapi jangan pernah IMd mengabaikanya. Cara menggaet pasar adalah dengan mengerti konsumernys, dan konsumer yang trglobalisasi sekarang terbukti tidak memedulikan brand tapi tanpa brand mereka pun tak peduli dengan produk yang ada( dalam hal ini IMD menjadi produk jasa )

Komunitas
  • Offline
Seindah apapun ide jika tak teraplikasiakan maka sia-sia. Jika hanya diimplementasikan oleh satu orang, tidak akan menjadi apa- apa. Jika dilaksanakan sekelompok orang, akan menjadi apa adanya. Jika dikembangkan oleh sekelompok orang yang visi, ide, brandstorming, apalgi kesukaan yang sama maka ia akan jadi produk luar biasa yang memiliki pengaruh dan power yang kuat di sekitarnya.
Komunitas perfilman IMD yang menjadi sarana prasana para penyuka film islam berkumpul mendiskusikan hobi mereka, mendiskusikan dan mengamati kondisi perfilman, belajar membuat film, menghubungkan dengan pihak dan pakar perfilman,bahkan diharapkan dapat melahirkan sineas-sineas islam yang kelak dikenal dan telah terinternalisasi nilai-nilai islam sesungguhnya. Sehingga IMD sebagai Islamic movie day bukan lagi suatu/ beberapa kumpulan hari khusus dimana diadakan avara memperingati dan menghidupkan perflman islam melainka in “All days is Islamic movie days”.

Tahap awalnya dapat dilakukan dengan melakukan bedah film gratis secara rutin dalam waktu tertentu dan tak lupa pula menginternalisasikan nlai-nilai islamnya secara langsung kepada hadirin sedemikian rupa sehingga menimbulkan ketertarikan mereka terhadap film islam. Mulai dari yang kecil (lingkungan FE dulu), mulai dari saat ini, mulai dari diri sendiri(FSI dan PANITIA IMD). Point terahir ini paling penting karena seringkali ketika sebuah organisasi atau kepanitian mengadakan acara public, justru sang pelaksana acara tidak mendapatkan nilai-nilai yang seharusnya merka yang dapatkan. Apalagi berhubung imD sebagai media dakwah, tidak sense rupanya bila kita berniat “menasehati orang” tapi kita sendiripun tak mengerti dengan apa yang akan kita “nasehati”
Tahap selanjutnya, diharanpkan dari pertemuan rutin ini lahir mereka, para pecinta perfilam islam yang terkumpul dalam sebuah komunnitas. Imd pun mesiti menjamin kelak komunitas ini bukanlah ajang kunpul pecinta film saja tapi juga dapat mengusahakan network atau chance bagi mereka untuk berhubungan dengan pakarnya dan belajar langsung.
Tahap maturity dan sustainable, lahir sineas islam sesungguhnya dari rahim Imd yang terkaderisasi terus di masyarakat terutama kampus fE UI

  • Online
Dunia maya menghubungkan semua orang dari penjuru dunia dengan latar belakang berbeda dalam dimensi tak terlihat. Komunitas ImD (via website, social network , milis, dll)diharapkan dapat mejangkau mereka yang berada jauh dari lingkungan pusat dapat pula bekontribusi dalam perfilman islam

Buletin
Menyediakan info-info film terbaru, terbagus, dan wajib ditonton, membedah/merview/mengkritisi kembali nilai-nilai islam yang ditonjolkan film, keadaan perfilman islam.
Acara
Berikut beberapa pilihan acara yang dapat dikembangkan:
  1. Workshorp
  • pembuatan film( ide-prep-shoot-post-plus-final)
  • pembuatan scriptwriting
Workshop diharapkan dapat memaintence secara menyeluruh konsep dan praktik dasar dalam pembatan film dan scripwiting
  1. Seminar
  2. Talksow
  3. “bedah film” atau nonton film-film islam bareng tertop gratis dan jika bias dihadiri oleh pemainnya sebagai daya tarik. Terlebih ditentukan dulu market yang ingin dicapai,anak-anak/remja/ dewasa/semua umur sehingga film dan lokasi(outddor/indoor, di sekolah, dikampus, atau di gedung) penayangan dapat ditentukan.
  4. Ajang penganugrahan sineas islam (sebaiknya dilakukan pemberitahuan jauh sebelum hari H kepada para nominasi sehingga mereka dapat mempersiapkan diri dalam kancah perfilaman islam)
  5. Competition
  • Sripwriting competition
  • Short Film competition
  • Film poster competition
Model penyajian kompetisi:
  1. Lomba dilakukan “take home” bisa sesudah atau sebelum workshop
  2. Lomba dilakukakan di tempat setelah diadakan pelatihan ( peserta dalam kelompok diharapkan mampu mengeksplorasi nilai-nilai islami yang selalu ada di sekitarnya menjadi ide kreatif dan film pendek). Peserta dapat menyampaikan nilai nilai islami kepada penonton dalam tayangan yang singkat, dapat mendemokan karyanya, dan memiliki ide simple,terlupakan manusia yang sesungguhnya memiliki pengaruh luar biasa)
  3. Hasil lomba dinilai langsung oleh “ juri handal dan dikenal” dan/ atau diupload diweb dan dilakukan vote dari yang menonton. Dengan cara pertama diharapnkan, peserta dapat berkompetisi semaksimal mungkin sedangkan dengan cara kedua dimaksudkan dakwah dan kompetisi dapat dilakukan sekaligus.
  4. Kategori film dapat : Fiction Live Action - Documentary - Animation - Student Films - Music Videos dan lain-lain
  5. Doorprize menjanjikan, adanya kesempatan hasil karyanya untuk tayang di festival-festival, atau tayangn komersil, atau brhadiah langsung belajar dari ahliya)
  • Festival

Network
Membangun dan menjaga jalinan baik dengan sineas, pemerintah, komunitas, pengamat merupakn salah satu cara mencapai targer- target ImD. Mulai dari sokongan materialidonasi/sponsorshsip/doorprize)s/d immaterial(ide/link sineas lai/dll).Selain itu, bekerjasama dengan kepanitiaan yang mengusung tujuan sama menjadi pilihan bertukar ide dan secara bersama=samamenancapka kekuatan dalam menumbukan film islam karena dalam dakwah tidak ada kompetisi yang ada hanya bekerjasama membangun yang lebih baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar